BOGOR — Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, memperingatkan ancaman darurat sampah nasional. Awal 2026, timbunan sampah Indonesia telah menembus 26 juta ton, dengan 56,72 persen berasal dari rumah tangga. Jika tren ini tak terkendali, kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) diprediksi penuh sebelum 2030.
Dalam pencanangan Gerakan Indonesia Asri di Situ Gede, Bogor, Safrizal menekankan empat prinsip lingkungan sebagaimana arahan presiden: aman, sehat, resik, dan indah. Ia mengajak masyarakat menanam pohon, membudayakan 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Refuse), serta memulai pemilahan sampah dari rumah tangga. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penanaman pohon untuk menjaga lingkungan “Setiap orang minimal sekali seumur hidup harus menanam pohon. Mari kita jadikan gerakan ini sebagai budaya baru,” ujarnya.
Safrizal juga menegaskan peran Satpol PP sebagai pelopor gerakan Indonesia Asri dengan pendekatan humanis dan persuasif, bukan sekadar penindakan. Kepada pemerintah daerah, ia meminta penguatan kebijakan lingkungan, penyediaan sarana pengelolaan sampah, dan ruang terbuka hijau. Sementara kepada masyarakat, ia mengingatkan pentingnya langkah sederhana: membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai kategori serta menjaga kebersihan lingkungan, dan merawat fasilitas umum.
Gerakan Indonesia Asri sebelumnya dicanangkan Presiden dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah, dan kini mulai diimplementasikan secara nasional. Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim turut hadir dalam momentum tersebut. Pemerintah berharap gerakan ini menjadi budaya kebersihan baru, bukan sekadar seremoni.





