Presiden Joko Widodo memastikan pasokan beras tetap aman meski harga naik menjelang bulan puasa. Jokowi secara pribadi mengecek stok beras di berbagai gudang bulog untuk memastikan ketersediaannya.

“Iya, stoknya ada semua. Ini sudah menjadi rutinitas tahunan dan selalu kita jaga,” kata Jokowi di gudang Bulog Bekasi, Jumat, (17/2).

Jokowi membantah adanya laporan kekurangan beras.

Baca juga: https://kibar17.com/2024/02/20/bukti-nyata-tni-dalam-pembangunan-tmmd-buka-jalan-menuju-teps-wagub-safrizal-turut-saksikan/

Ia mengatakan, stok beras di gudang bulog masih mencukupi. Namun, diakui Jokowi, perbekalan yang ada belum terdistribusi dengan baik. Ia menekankan perlunya perbaikan sistem distribusi agar seluruh masyarakat Indonesia mempunyai akses terhadap kawasan lindung yang ada.

“Yang terpenting adalah seberapa efisien kita bisa mendistribusikan beras agar tersedia di pasar, toko, supermarket dan tersedia untuk semua orang,” ujarnya.

Dulunya, beras berkualitas tinggi sulit ditemukan di toko retail. Roy Mandey, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), menghubungkan kekurangan beras dengan kebijakan distribusi 10 kilogram beras per bulan kepada 20 juta rumah tangga.

Baca juga: https://kibar17.com/2024/02/22/florentino-perez-beri-sinyal-jelas-mbappe-dipastikan-akan-segera-gabung-dengan-real-madrid/

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pasokan beras akan tetap aman untuk beberapa bulan mendatang. Pemerintah meningkatkan produksi pangan mulai Desember 2023.

“Yang kita tanam sekarang dari Desember, Standing crop 1,5 juta (hektare), ditambah 1,7 hektare, berarti 3,2 Ha. Mudah-mudahan bulan ini 1 juta atau 1,5 juta (hektare),” ucap Amran setelah rapat dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/1).

 

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *